Doa di Hari Lahir Suami dan Anakku

Alhamdulillah….

Atas kesempatan yang Kau beri tuk mengenalnya hampir separuh usianya

Dari saat kecanggungannya ketika meninggalkan celana pendek birunya

Hingga wajah euporia-nya ketika mengenakan kemeja rapi di hari pertama kerjanya.

Subhanallah…

Atas kehendakMu memberiku waktu menyaksikannya bermetamorfosis

Dari seorang remaja yang tak peduli lingkungan sekelilingnya, begitu sinis

Hingga menjelma seorang pria dewasa yang begitu peduli, santun, dan tulus terhadap orang-orang sekitarnya.

Allahu Akbar….

Atas ijinMu padaku enam tahun yang lalu untuk menemani hari-harinya

Menyelami hati dan pikirannya, hasrat dan cita-citanya

Walau terkadang melelahkan, karena hati, pikiran, dan hasrat kami kadang tak sejalan

Ya Allah, sampaikan terima kasihku padanya

Yang tetap bersabar sampai saat ini,

walau sering aku mencoba bermain-main dengan kesabarannya

Yang tak pernah protes

walau rumah berantakan,

walau sering tak ada sarapan,

dan makan malam pun sering terlambat 🙂

Sampaikan juga maafku,

Yang tak pernah memberi kado spesial di hari lahirnya

Hanya doa yang selalu terlantun untuknya

Agar menjadi hamba terkasihMu, agar menjadi suami, ayah,

dan pemimpin yang baik dalam keluarga kami.

Agar menjadi orang yang bermanfaat dalam hidupnya.

Hanya janji yang selalu terucap

Agar aku bisa menjadi istri yang baik baginya

Agar aku bisa lebih memahami diri dan segala keinginannya

Walau kadang mungkin tak selalu cukup baik baginya.

Alhamdulillah…Subhanallah…Alllahu Akbar…

Ketika lima tahun yang lalu, Kau memberiku sebagian dari dirinya

Seorang bayi laki-laki yang begitu mirip dirinya

Kemiripin yang kadang membuatku tertegun dan iri

Tak adakah bagian diriku padanya 🙂

Bahkan hari lahir mereka pun berturutan!!!

Terima kasih Ya Allah, telah menghadirkannya dalam hidupku

Dari sejak lahir, dia begitu manis dan anteng…

Tak pernah mengamuk walau tak selalu keinginannya terkabul

Tak pernah mengeluh ketika diajak berkeliling mal,

mengitari jalanan memuaskan dahaga traveling ibunya

Begitu diam dalam sakitnya

Begitu patuh mendengar nasehat orang tuanya

Sampaikan maafku pada malaikat kecil itu….

Kadang diri ini terlalu asyik dengan diri sendiri

Hingga belum maksimal mengajarinya;

Membaca, mengaji, dan menjelajah alam semesta

Di hari istimewanya ini,

Ada janji, akan ada banyak waktu untuknya

Untuk bercerita bersama

Untuk bermain bersama

Untuk belajar bersama

Ya Rabb, jagalah kedua lelaki tercintaku ini