Tiga Tahun Usiamu

Dari bangun pagi hingga malam hari ini, tak jemu memandangi wajahmu yang imut menggemaskan. Memeluk tubuhmu yang hangat, lembut, dan harum khas baby. Ahh.. tak terasa 3 tahun sudah usiamu kini ya, Nak. Kamu sudah bukan bayi lagi yang harus ditimang-timang. Sudah tak mau dipanggil baby lagi. “Bukan baby, aku Dede,” begitu teriakmu selalu tiap ku panggil kau baby..babyku.

Ya, hobimu sekarang teriak-teriak. Apalagi bila sedang bermain berdua dengan kakakmu. Teriakanmu selalu membahana bila kau kesal atau marah. Kuping bunda dan ayah rasanya sakit mendengar teriakanmu.  Kesal terkadang, namun di sisi lain, bunda senang, karena itu berarti kau baik-baik saja. Karena bila kau sakit, maka kau akan diam lesu. Tak ada lagi teriakan-teriakan itu, hanya rintihan yang membuat hati bunda dan ayah sakit.

Kau memang sudah besar, Nak, tak lagi bayi kami yang mungil. Kau kini tak lagi minum susu botol. Bila dulu kemana-mana kau tak lepas dari botol susumu di mulut,maka kini kau harus membawa-bawa tas kecil yang berisi makanan dan minuman. Ada aneka biskuit, chips, dan lolipop kesukaanmu. Juga fresh milk dan mango juice favoritmu.

Tak lupa juga mainan-mainan kesukaanmu. Ada aneka kereta api dari Thomas n Friends hingga kereta api kayu, yang selalu kau panggil “tut..tut”.  Ada juga macam-macam mobil, yang jadi favoritmu adalah shovel car, yang kau sebut “mobil beko”. Kadang kau juga membawa aneka karakter kartun semisal Ben 10 atau Bakugan. Kalo ini karena kau melihat kakak Faiz sering nonton film-film itu ya, Dek.

Padahal kau sendiri paling suka nonton Barney ya. CD Barney di rumah sepertinya sudah kelelahan sering kau putar berkali-kali. Dan kau pun akan betah duduk menonton. Kadang ikutan berjoget dan menyanyi bersama. Selain Barney, kau pun suka sekali nonton Mickey Mouse. Biasanya kau menyebutnya “Kimos.. mau Kimos, Bun!”  Aha.. kau juga suka menonton Shaun The Sheep. Bila ingin menonton itu, kau pun akan bilang, “Sheep.. Bun!” Bila kau sudah bermain-main dengan Iphone bunda, maka kau pun akan menonton Ice Age tak jemu-jemu.

Kadang bunda kesal bila kau sudah bermain dengan Iphone. Bisa seharian Iphone dibajakmu, kan bunda jadinya tak bisa main fesbuk atau twitteran, Nak. Tapi tak apalah, karena biasanya kau akan bermain-main starfall. Belajar huruf dan warna. Walau terkadang kau suka ogah-ogahan bila diajari. Bila dibilangin red, kau akan bilang blue, begitu sebaliknya. Kau memang usil bin jahil, Dek. Bila bunda tanya, “what is that, Dek?” sambil menunjuk sheep. Maka dengan pede kau pun akan menjawab, “this is EMBE.” Aarrrghhh…Cuma bisa bengong menahan tawa, hahahaa…

Kau juga sangat suka dengan buku-buku. Bila sedang tak menonton kartun kesukaanmu, maka kau akan mengacak-acak isi lemari buku. Membukanya satu persatu. Bila waktu tidur tiba, kau akan membawa setumpuk buku-buku, minta dibacakan cerita. Dan bila pergi ke luar rumah, kau pun akan ribut minta bawa buku-buku, walau kemudian hanya di simpan di kursi mobil, hehehe…

Kau paling suka belajar angka. Sambil melipat-lipat jarimu sejumlah angka yang kau sebutkan, 1 sampai 8 pun sudah bisa kau lapalkan berurut. Ya hanya sampai Eight, karena bila diajarin Nine dan seterusnya, kau pun akan bilang, “Sudah!” Biasanya sambil mendelikkan matamu. Menggemaskan, hingga bunda pun tak bisa marah, tapi akan langsung memeluk dan menciumi pipimu. Kau pun lantas akan tertawa terkekeh-kekeh. Apalagi bila leher dan ketiakmu yang digelitik, maka kau pun tak akan berhenti  tertawa, sampai kemudian kau akan bilang, “Sudah, Bunda!”

Ya, usiamu memang baru 3 tahun hari ini. Tapi kau bukan tipe kanak-kanak yang dengan mudah bisa dibujuk. Bila kau sudah bilang tak suka atau tak mau, berarti kau memang benar-benar tak mau. Sekeras apapun bunda atau ayah membujuk, kau biasanya tak bergeming tetap pada pendirianmu. Biasanya bunda atau ayah pun lantas mengeluarkan jurus pamungkas untuk membujukmu, terutama bila kau tak mau makan.

Soal makan, kau memang paling pemilih, Nak. Tak mau daging atau ayam. Sukanya tahu. Duh, kalau di Kuwait ini, tahu itu barang langka, Nak. Mahal sih tak jadi soal, yang penting kau mau makan. Bila tak ada tahu, maka telur pun jadi andalan untuk membujukmu makan. Bila itu telur rebus, maka kau akan menyisihkan kuning telurnya, yang kau makan hanya bagian putihnya. Bila bunda membuat sup, maka yang kau makan hanya wortel atau jagungnya, dagingnya tak pernah mau kau makan. Terkadang kau hanya meminta nasi putih dikucuri kecap tok. Tak mau apapun sebagai teman makannnya. Dibujuk pun tak mau. Keukeuh pada keinginanmu.

Ya, kau memang sudah menunjukkah sifat keras dan susah diatur. Namun kau juga sangat penyayang dan lembut. Bila kau lihat bunda, ayah, atau kakakmu sakit. Maka dengan lembut kau akan bertanya, “kakak sakit ya? Bunda sakit ya? Atau ayah sakit?” Lantas biasanya kau pun akan memijat tangan atau kaki tanpa disuruh. Atau mengusap-usap kepala dan dahi yang sedang sakit. Dengan mimik yang sendu dan tatapan lembut. Ahh.. bila sudah begitu, bunda pun betah berlama-lama sakit, hehehe…

Terkadang bunda sama ayah sering dibuat takjub dan terheran-heran dengan sikap dan kelakuanmu. Rasanya seperti melihat diri kami sendiri. Ya, pada dirimu ada sebagian bunda, dan sebagian ayahmu, Nak. Jadi sekesal apapun kami padamu, akhirnya bunda dan ayah sadar, bahwa mungkin itulah cerminan sikap ayah dan bunda. Karena toh kau meniru dari kami. Orang-orang terdekatmu.

Secara tak langsung, kau telah mengajarkan kami, ayah dan bundamu, untuk terus memperbaiki diri. Agar bisa menjadi contoh dan teladan yang baik untukmu. Agar kau bisa tumbuh menjadi anak yang sholeh, cerdas, dan sehat. Menjadi kebanggaan kami, orang-orang sekitarmu, negara, dan agamamu ya, Nak. Met bobo ya, Cinta. I love u full….