“Menjadi Perempuan Kaya”

Menjadi perempuan kaya adalah resolusi keuangan saya di momen Idul Fitri tahun ini. Bukan tanpa alasan saya mencanangkan resolusi ini. Juga bukan ujug-ujug terjadi begitu saja, tapi ini sudah jadi pemikiran atau tepatnya cita-cita sejak lama. Hanya bagaimana mewujudkannya saja mungkin yang masih meraba-raba selama ini, hehehe… Jadi momen lebaran ini sepertinya tepat sekali untuk menjadikan ini sebagai resolusi.

Perempuan kaya yang saya cita-citakan adalah perempuan yang bisa berdikari secara ekonomi atau finansial. Tak masalah berapa banyak materi yang dihasilkan, walau mungkin hanya seribu perak, yang penting saya tahu bagaimana mencari uang. Apa sumber uang yang bisa saya hasilkan. Apa potensi saya yang bisa menghasilkan materi.

mandiri_cermati

Berikut beberapa alasan kenapa saya harus jadi perempuan kaya:

  1. Sudah menjadi kekhawatiran semua istri yang menggantungkan sumber keuangan keluarganya pada suami, bagaimana bila kepala keluarga itu pergi? Baik karena alasan perceraian atau meninggal dunia. Bukan berarti mengharapkan hal jelek terjadi, namun lebih baik sedia payung sebelum hujan bukan? Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bila itu terjadi, saya ingin sudah siap terutama secara materi dalam artian saya tahu bagaimana caranya mencari uang, karena life must go on bukan, apalagi dengan empat anak yang menjadi tanggungan, hehehe….
  2. Perempuan itu banyak sekali kebutuhan pribadinya, mulai dari perawatan badan dan make up, baju, tas, sepatu, buku, dan lainnya. Alhamdulillah selama ini suami tidak pelit mengeluarkan uang untuk kebutuhan itu, tapiii kadang suka ada perasaan bersalah ketika membelanjakannya? Aduh boros nggak ya ini? Perlu gak ya ini? Bener gak bu ibu? Nah, kalau belanja dengan uang sendiri tentu perasaan bersalah itu akan sedikit berkurang, hehehe….
  3. Setelah menikah, seorang anak perempuan tidak punya kewajiban membantu orang tuanya dalam hal finansial. Bila selama ini suami kita berbaik hati mengirimkan uang bulanan ke ortu, itu adalah tanda cintanya pada kita. Itu pun setelah suami memenuhi kebutuhan rumah tangga kita dan mendahulukan ortunya terutama ibunya. Dengan punya uang sendiri, kita bisa membantu ortu atau saudara-saudara yang membutuhkan walau tetap harus dengan sepengetahuan suami.

Ide_Lomba Cermati

Setelah mencanangkan resolusi menjadi Perempuan Kaya, saya mulai mencari-cari informasi dan peluang, apa sih yang bisa dilakukan ibu rumah tangga seperti saya untuk menghasilkan uang? Tanpa sengaja saya membaca artikel dari Cermati tentang 7 Jenis Pekerjaan Freelance Terpopuler”. Ketujuh pekerjaan itu adalah 1) penulis, 2) pemandu wisata, 3) guru les privat, 4) reporter atau contributor, 5) proofreader, 6) barista, 7) fotografer.

Begitu membaca itu, langsung seperti ada lampu menyala di atas kepala saya seperti di komik atau film-film kartun. Ada beberapa pekerjaan yang bisa saya tekuni dan bila diseriusi bisa menghasilkan materi. Belakangan ini saya lagi mencoba serius menulis dan mengirimkannya ke media, beberapa dimuat dan mendapatkan honor. Girangnya bukan main, namun belum terlalu diseriusi, masih moody, mungkin karena belum kepepet ya, ihhh jangan sampai deh.

 

Sampai kemudian saya baca artikel ini “5 Cara Sukses Menjadi Mompreneur” . Salah satu poinnya mengena banget yaitu pilihlah usaha yang sesuai dengan passion. Dan passion saya selama ini membaca dan menulis. Baiklah, saya pun mulai serius menekuni dunia tulis menulis ini.

mompreneur_cermati

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan untuk mewujudkan usaha menjadi Penulis:

  1. Mengikuti kelas-kelas menulis online. Sadar diri suka moody, saya memilih kelas menulis yang intens dan langsung praktek agar bisa langsung menghasilkan karya tulisan yang bisa dikirim ke media. Kenapa online? Karena bisa diikuti di rumah sambil momong anak dan melakukan pekerjaan saya sebagai ibu RT.
  2. Mengikuti lomba-lomba menulis, untuk mengasah kemampuan menulis juga menepati jadwal deadline.
  3. Membuat blog dan mengikuti lomba-lomba menulisnya. Dengan mempunyai blog, saya seperti mempunyai majalah sendiri, setiap hari dituntut berpikir nulis tema apa ya yang menarik biar blog dikunjungi pembaca, hehehee… Dan itu melatih kemampuan mencari ide tulisan dan menuliskannya.
  4. Bergabung dengan beberapa komunitas penulis dan blogger. Tujuannya selain untuk menambah relasi atau networking, juga untuk ‘mencuri’ ilmu dari para penulis dan blogger senior.
  5. Melamar menjadi reporter atau kontributor media. Sebelum full jadi ibu RT, saya adalah seorang reporter di majalah remaja. Selain itu saya juga lagi mencoba membuat video-video reportase, kan sekarang lagi ngetren citizen journalism.
  6. Menulis buku atau novel. Ini obsesi terbesar saya, Insya Allah bisa terwujud. Aamiin

Walaupun penghasilan dari menulis belum seberapa, kan baru memulai serius ya, saya pun mulai mempersiapkan diri untuk mengelola kebutuhan keuangan “pribadi”. Saya mencoba menerapkan tips mengelola kebutuhan  keuangan “si bunda” dari perencana keuangan Prita Ghozie. Katanya ada lima hal yang harus kita para ibu perhatikan dan siapkan dalam mengelola keuangan agar bisa jadi Perempuan Kaya:

  1. Sumber dana pos Bunda. Bila kita ibu bekerja, tentukan berapa persen dari penghasilan yang masuk ke pos khusus ini. Bila sumber dana bergantung dari pasangan, pastikan pengeluaran pribadi tidak lebih dari 10% dari uang yang diberikan.
  2. Buat anggaran terpisah. Pisahkan anggaran pribadi kita dari anggaran rumah tangga yang dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
  3. Miliki wish-list. Pisahkan kebutuhan dan keinginan. Sesekali memenuhi keinginan tentu sah saja, tapi pastikan kita sudah mempersiapkan dananya terlebih dahulu.
  4. Punya dana darurat untuk kebutuhan pribadi kita, terlepas dari dana darurat keluarga. Jumlah idealnya antara 1-2 kali pengeluaran pribadi kita.
  5. Bayar kartu kredit sendiri. Katanya kesalahan terbesar para ibu adalah pandai menggesek kartu kredit, tetapi menyerahkan semua urusan pembayaran kepada pasangannya (ini mah nyindiri saya, hahaha….)

Selain itu dianjurkan kita para ibu punya rekening terpisah juga dan belajar untuk berinvestasi sedikit demi sedikit. Karena itulah, belakangan saya jadi rajin ngintip CERMATI, baca berbagai artikelnya dari mulai tips keuangan, gaya hidup dan karir, bisnis dan investasi sampai ke produk perbankan. Salah satu pendorong saya mencetuskan resolusi ini juga karena membaca artikel di website ini.

Saya juga lagi getol lihat produk perbankan syariahnya, bercita-cita suatu hari bila royalti menulis saya sudah besar bisa disimpan di salah salah satu deposito perbankan syariah biar cepat jadi Perempuan Kaya, hehehe…. Boleh dong bermimpi, harus malah yaaaa!

Yuuuk jadi Perempuan Kaya yang berkah dan bermanfaat 🙂

<center>
<a href=”https://www.cermati.com/pages/lomba-blog-resolusi-lebaranku” target=”_blank”><img alt=”Lomba Blog Resolusi Lebaran” src=”http://s2.postimg.org/eagumify1/resolusi_lebaran.jpg” title=”Lomba Blog Resolusi Lebaran” /></a></center>

 

*picture taken from internet

 


Lomba Blog Resolusi Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *