[puisi] Seperti Buih di Lautan

Ya Rasulullah salam a’laik

Begitu ku merindu pertemuan denganmu

Agar bisa kurebahkan kepalaku di pangkuanmu

Mengadukan segala kesahku

Betapa aku membutuhkan hadirmu

Menjawab segala bimbangku

Apa yang harus ku lakukan?

Aku merasa sepi dan terasing di tengah saudaraku sendiri

 

Begitu banyak yang mengagungkan namamu

Begitu banyak yang mengikuti risalahmu

Namun seperti sabdamu:

“Semuanya seperti buih di lautan!”

Kami berdebat soal khilafiyah

Kami bertengkar merasa yang paling benar mengikutimu

Kami di adu domba oleh mereka yang sejak dulu tak pernah menyukaimu

Lantas… kami bimbang berdiri di persimpangan

Ya Rasulullah

Betapa aku iri pada para sahabat yang hidup di zamanmu

Yang bisa lari kepadamu ketika masalah datang

Yang tak ragu dan bimbang akan suatu perkara

Karena ada dirimu yang menjadi hakim dan jaksa nan adil!

 

Ya Rasulullah

Betapa aku mencintaimu

Karena ku tahu kau mencintaiku sangat

Mencintai kami… umatmu

Aku tahu betapa risau dirimu

Ketika malaikat maut menjemputmu

Bukan harta yang kau cemaskan

Bukan pula istri dan putri yang kau khawatiri

Namun kami:  “Umatku… umatku…umatku!”

Begitu bisikmu lirih penuh kasih dan was was

Karena kau tahu, betapa berat perjuangan kami

Umatmu yang terlampau abad jaraknya denganmu

Begitu banyak fitnah yang kami terima

Begitu banyak ujian yang mengguncang keimanan kami

Begitu banyak ketidakadilan yang kami terima

Hanya karena kami mencintaimu dan mencoba setia padamu

Ya Rasulullah

Aku tak tahu sudah benarkah kini jalanku?

Yang ku tahu aku begitu mencintaimu

Merindukan pertemuan denganmu

Aku tak tahu apakah aku termasuk umatmu

Yang kelak akan kau berikan syafaat di padang mahsyar

Yang ku tahu aku begitu mencintaimu

Begitu ingin melihat wajahmu

Yang ku tahu sekarang adalah terus berpegang erat padamu

Pada dua pusaka yang kau tinggalkan

Bukan gunung emas atau lautan uang

Tapi pedoman hidup kami: AL-Quran dan As-Sunah!

 

Note: puisi yang dibacakan pada pengajian selasa Khairunnisa, 22 Feb 2011. Pengajian hari itu berbeda biasanya,karena ada kunjungan silaturahmi balasan dari pengajian para perawat Reggae-Kuwait. Di akhir acara ada persembahan lagu dan pembacaan puisi ini. Proses penulisan puisi ini cepat, di pagi hari sebelum menyiapkan sulungku sekolah, sehari sebelumnya. Tapi mikir ide-nya semalaman, sampai kebawa mimpi dan tidur pun tak nyenyak:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *