Tag Archives: mall of qatar

Kekuatan Sebuah Komunitas Ibu-Ibu

“Jangan remehin emak-emak dasteran karena kalo mereka sudah demo, kelar hidup lo!”

Untung demonya bikin kue, jadi adem penuh gelak tawa, perut pun kenyang. Tahu-tahu saja isi dompet kelar, hahaha….

TableArts, lantai 1 gate 2 east, Mall of Qatar

Kesan itulah yang saya dapat ketika mengikuti acara “Baking and Cooking Show with KitchenAid Addict” di gerai Table Arts , Mall of Qatar (MoQ) pada Selasa, 20 Desember 2016. Hebatnya lagi, demo ini diadakan oleh komunitas ibu-ibu Indonesia, di sebuah toko eksklusif di mal besar yang baru dibuka dan sedang jadi perbincangan di Qatar. Hari itu, Table Arts MoQ serasa milik ibu-ibu Indonesia, riuh-rendah obrolan dalam bahasa Indonesia. Sampai-sampai ada pengunjung non Indonesia yang protes karena tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan pendemo di meja demo. Ibu-ibu pun lalu tersadar, kalau mereka lagi di luar negeri gitu loh, hahaha….

Pendiri Indonesian Ladies Group KitchenAid (Andra, Shanti, Nony)
Pendiri Indonesian Ladies Group KitchenAid (Andra, Shanti, Nony)

Acara keren ini diselenggarakan oleh komunitas ibu-ibu yang menamakan diri Indonesian Ladies Group (ILG). Mereka rutin mengadakan demo memasak dan membuat kue di rumah-rumah anggotanya, dengan menggunakan produk-produk KitchenAid, sebuah merk peralatan dapur terkenal dari Amerika Serikat.

Kue-kue yang dibuat dengan mixer KitchenAid
Kue-kue yang dibuat dengan mixer KitchenAid

Dan ide membuat acara demo di toko yang ada di mal, menurut saya sangat brilian. Apalagi di mal yang sedang jadi perbincangan. Ibu-ibu jadi tertarik ikutan demo karena sekalian jalan-jalan ke mal yang lagi kekinian. Terbukti ada puluhan peserta yang datang, walaupun jarak ke MoQ ini sangat jauh dari rumah para peserta. Di adakan di toko, membuat peserta bisa sekalian cuci mata, yang tadinya tidak niat membeli pun jadi beli, minimal beli satu buah pisau (ini sih saya), hahaha…. Keuntungan lainnya, walaupun acara telat, tidak membuat hati kesal, karena justru bisa dimanfaatkan untuk melihat-lihat isi toko dan foto-foto.

Setelah peserta registrasi ulang, acara pun dimulai. Demo pertama adalah pembuatan smoothies (jus sayuran dan buah) dengan menggunakan magnetic blender KitchenAid. Kelebihan blender ini punya program khusus untuk smoothies yang akan berhenti sendiri memblender bila sudah selesai.

Satu cup ternyata gak cukup, smoothiesnya enaaak 😋
Satu cup ternyata gak cukup, smoothiesnya enaaak 😋

Demo kedua, pembuatan brownies panggang di multicooker KitchenAid. Jadi membuat brownies di satu tempat, mulai dari mencairkan mentega dan cokelat blok sampai ke memanggangnya. Multicooker ini selain dipakai untuk menanak nasi, bisa juga dipakai untuk membuat bubur, rendang, dan memanggang kue. Sangat praktis. Selain itu ada review produk-produk lain yang di jual di toko Table Arts.

Demo membuat brownies panggang di Multicooker KitchenAid
Demo membuat brownies panggang di Multicooker KitchenAid

Acara dikemas dengan sangat menyenangkan, mulai dari pendaftaran peserta, penyediaan snack dan minuman, ada bolu pajangan dan smoothies yang dinikmati ramai-ramai, sampai ke pemberian door prize. Ibu-ibu ini serasa di rumah sendiri, ngobrol dan tertawa lepas. Kami pun dikasih form kecil lengkap dengan pensilnya untuk menulis barang-barang yang akan dibeli di Table Arts.

Begitu acara demo selesai, ibu-ibu berkeliling toko melihat, menimbang, dan memutuskan barang apa yang akan dibeli. Kedua tangan sibuk memijit kalkulator di HP, menghitung harga setelah diskon. Lalu menuliskan pesanannya, mencoretnya setelah diskusi dengan temannya, mengganti dengan pesanan lain, untuk kemudian bingung lagi. Hari itu tampaknya banyak ibu-ibu yang galau, hahaha….

Pisau ini yang membuat saya galau 🤔
Pisau ini yang membuat saya galau 🤔

Akhirnya dalam kisaran beberapa jam saja, terjual puluhan produk. Sampai ada produk yang kehabisan stock dan harus diambil di toko lain. Manejer dan staf toko pun dibuat sibuk, tapi mereka tetap ramah dan sabar melayani para ibu ini, hehehe…. Ibu-ibu Indonesia memang top kalau urusan jualan dan belanja 👍.

Ini yang saya sebut kekuatan komunitas dalam menjual. Promosi word to mouth alias dari mulut ke mulut. Apalagi bila yang merekomendasikan itu teman atau sahabat yang kita kenal dengan baik dan memang pakarnya dalam barang yang mau kita beli. Dahsyat hasilnya, yang tadinya tidak merasa butuh alat itu pun karena teman beli dan merekomendasikan kok rasanya butuh juga ya, dan akhirnya beli deh. Yang penting beli dulu, urusan dipakainya kapan mah belakangan😁. Apalagi diimingi diskon hanya hari itu pada saat demo. Excited sekaligus panik dong. Ibu-ibu pun sibuk ketak-ketik di kalkulator HP.

“Jangan remehin emak-emak berdaster, karena kalau sudah jualan, kelar hidup eh dompet lo!”

Selamat buat para admin ILG yang telat membuat acara sekeren ini, ditunggu acara-acara berikutnya yang lebih keren lagi dengan lebih banyak hadiahnya.

Note:
Peserta yang hadir kebanyakan ibu-ibu bakulan juga (bakul kue, catering, jamu, baju) yang omsetnya tidak main-main. Jadi jangan remehin daya beli mereka.
Bagi para produsen mulai sekarang  manfaatkan komunitas ibu-ibu buat jualan produk Anda. Mereka pasti akan dengan senang hati dan all out mempromosikan. Dijamin tidak akan rugi, laris manis😊